Sabtu, 19 November 2016

PASAR PAGI BUMDes GEMAWANG



Dengan semakin berpikir kreatif, tercipta peluang usaha baru yang inovatif.” Serangkaian kata inilah yang menggambarkan keberhasilan  BUMDes Desa Gemawang  dalam menjalankan Pemberdayaan Masyarakat desa dengan membuat Pasar Pagi / pasar Desa diDesa Gemawang Kec. Gemawang Kab. Temanggung.

PASAR adalah hal yang Unik, yang sudah adakadang semakin sepi kadang mati, tapi yang tadinyasepi bisa jadi semakin Ramai, di buat juga sulit, tapi tidak diadakan juga bisa jadi ada dengan sendirinya,

Awal kami punya pemikiran kenapa setiap penjual  pasar yang memiliki Ruko,kios,dan toko selalu orang yang sudah kaya…. Karena harga mahal.   Dan tidak ada orang yang berfihak pada orang miskin, orang miskin akan selamanya miskin ketika kita tidak peduli untuk membantu secara pemikiran dan pembinaan, maka kami berinisiatif untuk membuka jenis Usaha yaitu Pasar Pagi yang disitu harus ada penjual dan pembeli,  untuk penjual lebih mengutamakan orang Desa Gemawang dan rumah tangga miskin berdasarkan KTP. Dari awal  di pinjami tambahan modal, dibina di dampingi dari BUMDes dalam berjualan agar diketahui untung dan ruginya, dengan harapan orang miskin tersebut menjadi orang yang bisa membeli Ruko, Kios, Dan Toko.

Untuk pasar pagi Desa Gemawang murni dibuat, tadinya tidak ada apa-apa…hanya satu penjual angkringan terkenal Susu Jahe Pak Yadi, biasa untuk istirahat orang aktifitas pulang malam sambil ngopi disana, tapi sekarang mulai jam 2.00 sudah ada orang berjualan bersamaan dengan pedagang killing berdatangan untuk belanja memenuhi kebuhan masyarakat, jam 3.00 lengkap dari penjual dan pembeli semua ngumpul betul-betul ramai mulai penjual semua jenis sayuran,sampai jenis makanan kurang lebih 400 orang terlibat dalam jual beli pasti setiap pagi di tambah orang awam  di sekitar  yang ikut bangun pagi untuk belanja mudah dan murah, katanya tidak perlu tawar menawar harga sudah pass, karena semua yang di jual harus melalui ferivikasi BUMDes  dari kwalitas dan  harga.

Bermodalkan kesungguhan total dari pengurus BUMDes bisa merekrut dan memberdayakan masyarakat hkususnya Desa Gemawang dan sekitarnya, seperti pedagang keliling awalnya 40 orang yang dibina untuk berjualan hanya 2 yang gagal selama 2 bulan, BUMDes sering mengunjungi langsung kerumah pedagang killing yang kurang jalan, ditanya apa yang menjadi keluhan dilapangan, setelah BUMDes merekam semuanya apa yang disampaikan oleh p. keliling,  BUMDes langsung memberi strategi     pemasaran dengan dagang yang bisa menarik pelanggan dan bersaing sehat  dengan pasar lain, selama ini dipasar pagi untuk BUMDes belum membahas tentang bagaimana dan apa yang menjadi inkam ke BUMDes tapi arahnya baru keperkembangan pasar dan pemberdayaan, bagaimana tidak ada lagi rumah tangga miskin pengangguran,  dan sampai sekarang untuk pedagang keliling selalu bertambah setiap minggu, Jumlah sudah mencapai 52.(limapuluh dua) orang. Ironisnya tempat masih nebeng di depan kios pertokoan sehingga star jam 2.00 malam harus selesai jam 6.00 pagi, kalau jam 6.00 belum kemas, dan bersih akan segera di marahi oleh pemilik Toko.

Mohon Ma’af kepada semua, bahwa BUMDes belum bisa menyediakan tempat yang layak, semoga Pemerintah akan segera terketuk pintu Hatinya untuk membantu kita semuanya.. Ami…en.

Membangun sumber daya manusia hkusus dibidang pemberdayaan masyarakat  Desa Gemawang  mengalami perkembangan yang cukup pesat dari hari he hari. BUMDes sengaja mengajak masyarakat terutama Rumah tangga miskin yang tadinya tidak tau tentang usaha dan hanya bisa kerja buruh tani, mencari rongsok, bahkan banyak sekali yang menggantungkan kerjanya kuli bangunan di Jakarta, sekarang sudah punya tanggung jawab pengadaan barang dagangan setiap pagi di pasar pagi bagi penyedia, untuk  pedagang keliling dari BUMDes didominasi 80% anak muda sebagian besar belum bekerja sekarang sudah mempunyai  tanggung jawab untuk mengantar semua jenis sayuran sampai rumah tujuan di wilayah Gemawang dan sekitarnya.

Selain  pasar pagi untuk rencana tahun 2016 BUMDes Desa Gemawang harus bisa mengadakan 2 (Dua) pertamini/POM bensin mini Digital dan segera akan direalisasikan bulan Desember 2016 dengan adanya Pertamini harapanya masyarakat  bisa  lebih mudah mendapatkan BBM karena wilayah desa Gemawang jauh dari POM BENSIN yang ada, selain itu bisa menyerap tenaga kerja.
Rencana kerja BUMDes desa Gemawang  Masih banyak sekali yang arahnya ke pemberdayaan masyarakat, bukan hanya mengembangkan tapi menciptakan Hal-hal baru yang sesuai dengan kondisi yang ada.

BUMDes Desa Gemawang mulai Tahun 2012 hanya mengelola :
1.      Ka. Unit Listrik
a.       PPOB / Pembayaran rekening Listrik 18 (Delapan belas) kolektor di berbagai dusun
2.      Ka. Unit Simpan Pinjam
a.       Simpanan
b.      Pinjaman
3.      Ka. Unit Pasar
a.       Parkir Sepeda Motor 4 (Empat) Orang setiap Wage Dan Legi
b.      Retribusi pedagang 2 (dua) Orang setiap Wage dan Legi
c.       Retribusi Pasar Kambing 1 (satu) orang Setiap Wage dan Legi
d.      Retribusi Pasar Pagi setiap Hari
e.       Penjaga WC 1 (satu ) Orang setiap Wage Legi
4.      Ka. Unit Air Bersih
a.       Pengeloaan air Bersih ada (5 Lima) kolektor terdiri dari 3 (tiga) Dusun.
Bantuan Pemerintah dari tahun 2011, sampai saat ini untuk BUMDes Desa Gemawang Yang di terima  sepeda MOTOR TOSSA Untuk angkutan sampah / kebersihan pasar.
Dengan ini kami atas nama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Gemawang Kecamatan Gemawang Kab. Temanggung Mengucapkan terima kasih atas bantuan dan Bimbinganya dari BAPERMADES Kab. Temanggung sehingga.  pada tanggal 7 – 9 November kami diikutsertakan ke Jakarta Di Hotel Sahid Jaya untuk mengikuti REMBUG DESA Bersama Kementrian Desa, Dengan harapan setelah mengikuti REMBUG DESA bersama Motifator-Motifator Hebat dan  BUMDes yang sudah sukses, kami bisa mengaplikasikan apa yang kami dapat ke BUMDes Desa kami.
SEMANGAT PAGI !!………………………………………………….Terimakasih...

Kamis, 03 November 2016

Tumbuhkan Ekonomi Desa, Kapitalisasi Sumber Daya Dilakukan Lewat BUMDes


JAKARTA – Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengkapitalisasi sumber daya desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
 
Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Ahmad Erani Yustika mengatakan, pendirian BUMDes memiliki alasan yuridis formal yang menjadi amanat dari Undang-Undang Desa.
 
“Di tengah situasi perekonomian di desa saat ini,  yang kita lakukan adalah mendorong lahir dan berkembangnya BUMDes. Ini adalah upaya kita untuk mengkapitalisasi sumber daya desa,” ujar Erani, Jum'at (15/7/2016).
 
Erani melanjutkan, alasan lain didirikannya BUMDes adalah upaya agar keluar dari situasi yang penuh masalah. Menurutnya,  warga desa selama ini selalu berhadapan dengan kondisi yang penuh dramatis. Misalnya saat terjadinya gagal panen, terjadinya Pemutusan Hubungan Karyawan (PHK) dan sebagainya.
 
“Ada beberapa hal yang harus kita kawal, salah satunya adalah bagaimana cara kita agar bisa menumbuhkan geliat ekonomi perdesaan. Kita mencoba keluar dari situasi yang penuh masalah, di mana BUMDes memiliki peluang untuk mengkapitalisasi sumber daya dan mengurangi dampaknya,” ujarnya.
 
Terkait hal tersebut, Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar mengatakan, menggeliatnya ekonomi di desa akan berdampak pada peningkatan kebutuhan lembaga keuangan. Untuk itu, BUMDes dan BUMADes (BUMDes antar Desa) di kawasan perdesaan dapat dimanfaatkan untuk menjadi salah satu unit usaha, yang memberikan permodalan kepada pelaku usaha di desa.
 
Menurutnya, hal tersebut tertuang dalam UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 23, yakni salah satu jenis usaha BUMDes adalah Bisnis Keuangan (Financial Business) yang memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro yang dijalankan oleh pelaku usaha ekonomi Desa. Misalnya memberikan akses kredit dan peminjaman yang mudah diakses oleh masyarakat desa.
 
“Saat ekenomi di desa menggeliat, masyarakat mulai berpikir untuk menyimpan uangnya sebagai salah satu upaya investasi, serta mengajukan pinjaman sebagai modal usaha. Sehingga akan terjadi perputaran uang di daerah,” ujarnya.
 
Selain itu lanjut Marwan, sarana dan pra sarana teknologi informasi dan komunikasi desa juga harus ditingkatkan, untuk memudahkan masyarakat dalam menjangkau fasilitas perbankan. Misalnya mobile banking, sms banking, dan internet banking.
 

“Kita juga mendorong  perbankan untuk mendirikan cabang, minimal 1 kecamatan memiliki satu cabang bank,” ujarnya.

sumber : www.kemendesa.go.id