http://inovasidesa.or.id/2017/11/13/id-01049-pasar-berbasis-rumah-tangga-miskin-bumdes-gemawang-terapkan-prinsip-dasar-ekonomi-gotong-royong/

Pada umumnya pembangunan pasar diawali dengan pembuatan fisik bangunan pasar. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh BUMDesa Gemawang, Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah.






Pasar Pagi di Desa Gemawang dibangun oleh BUMDes bersama Pedagang yang keseluruhannya adalah Rumah Tangga Miskin (RTM) yang sebagian terlilit utang dan kesulitan mendapatkan pinjaman uang karena tidak punya lagi harta yang bisa dijaminkan.
Jumlah RTM di Desa Gemawang cukup tinggi mencapai 539 RTM. Salah satu penyumbang tingginya angka kemiskinan di Desa Gemawang adalah banyaknya rumah tangga yang ketergantungan dengan pinjaman uang berbunga tinggi.
Kondisi ini yang menggerakkan Kepala Desa Gemawang, Subari, melalui Musyawarah Desa mengaktifkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diketuai oleh Johar dan mengajak 122 Rumah Tangga Miskin membuat pasar untuk berdagang kebutuhan pangan warga Desa. Bagaimana mungkin Rumah Tangga Miskin yang tidak mempunyai modal dan terlilit hutang dapat berdagang dan membuat pasar?
Ada banyak hal inovatif dan sarat makna gotong royong didalam pembentukan dan pengelolaan pasar ini. Keunikan dan semangat gotong royong inilah yang membuat pasar ini mampu bertahan sejak awal pembentukannya bulan Agustus 2016, dan berkembang hingga sekarang dengan jumlah pedagang dan pembeli yang terus bertambah. RTM sebagai pedagang yang awalnya tidak mempunyai modal berdagang, sekarang menjadi penabung di BUMDes. Bukti bahwa pasar inovatif ini telah berhasil memberdayakan ekonomi Rumah Tangga Miskin. Inovasi-inovasi dan keunikan dalam pembuatan pasar ini diantaranya:
Pertama, Inisiatif Sendiri. Pembuatan pasar ini murni inisiatif BUMDes Gemawang bersama Rumah Tangga Miskin yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa.
Kedua, Berbasis Rumah Tangga Miskin. Pada umumnya pasar didominasi oleh para pemilik modal yang menjadi pedagang. Berbeda dengan yang terjadi didalam pengelolaan pasar ini. Keseluruhan pedagang di pasar ini adalah Rumah Tangga Miskin yang dipilih melalui proses verifikasi yang ketat.
Ketiga, Gotong Royong atau Solidaritas. Pada umumnya pembangunan pasar diawali dengan membuat bangunan fisik pasar. Berbeda dengan yang dilakukan oleh BUMDes Gemawang. Pembuatan pasar ini diawali dengan membangun komunikasi dan rasa solidaritas antara RTM calon pedagang dan warga lokal sebagai calon konsumen yang difasilitasi oleh BUMDes melalui musyawarah.
Konsumen berasal dari masyarakat lokal Desa Gemawang dan masyarakat luar Desa yang diajak oleh BUMDes agar membeli produk lokal yang dijual oleh para RTM sebagai bentuk solidaritas dan upaya pengembangan produk lokal.
Keempat, Satu Pedagang Satu Produk. Ya, setiap pedagang hanya boleh menjual satu jenis produk kebutuhan pangan. Tujuannya agar tidak terjadi monopoli dan persaingan yang tidak sehat, sehingga semangat kolektivitas pedagang tetap terjaga.
Kelima, Prioritas Produk Lokal. Produk yang dijual harus produk lokal. Berasal dari Desa Gemawang. Tujuannya untuk mengembangkan produk lokal dan menggerakkan masyarakat agar berinisiatif memproduksi produk-produk lokal.
Keenam, Melatih Pedagang Menabung. Modal awal RTM berdagang sebesar Rp 500.000,- berasal dari modal BUMDes yang dikembalikan dengan cara menabung setiap hari di BUMDes dengan besaran tidak ditentukan, melainkan sesuai kemampuan pedagang. Dengan cara ini, para pedagang tidak terbebani membayar angsuran pinjaman dan terlatih untuk menabung. Sehingga angsuran per bulan dapat ditutup dengan uang tabungan harian dan sisanya digunakan untuk tambahan modal berdagang. Saat ini RTM sebagai pedagang yang awalnya tidak mempunyai modal berdagang sekarang telah menjadi penabung di BUMDes dan memiliki uang sisa angsuran yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha dagangannya.
Ketujuh, Gerakan Cinta Produk Lokal. Untuk mengahadapi perdagangan bebas yang berdampak masuknya produk luar ke dalam Desa. BUMDes mengajak dan memberikan pinjaman modal kepada puluhan pemuda dari Rumah Tangga Miskin untuk berjualan keliling menggunakan sepeda motor ke rumah warga setiap Dusun agar warga lokal Desa membeli produk lokal Desa.
Kedelapan, Efek Pemberdayaan Ekonomi Keluarga RTM. Dengan adanya pasar ini, RTM sebagai Pedagang mampu memberdayakan anggota keluarganya dan saudara-saudaranya untuk bersama-sama memproduksi produk guna memenuhi permintaan Pasar. Setidaknya masing-masing RTM dapat melibatkan 3-4 anggota keluarganya atau saudara-saudaranya untuk bersama-sama memproduksi barang dagangan.
Kesembilan, Peran BUMDes sebagai “orang tua”. Keluhan dari konsumen tentang produk dan persoalan lainnya hanya disampaikan konsumen kepada BUMDes untuk menjadi bahan BUMDes sebagai “orang tua” membina pedagang. Tujuannya agar hubungan dagang yang baik antara pedagang dan konsumen tetap terjaga.
Inilah sekilas tentang praktek nyata membangun bisnis solidaritas atau ekonomi gotong royong melalui pasar berbasis Rumah Tangga Miskin yang berhasil dilakukan oleh BUMDes Gemawang bersama Rumah Tangga Miskin di Desa Gemawang sejak Agustus 2016 hingga sekarang dengan jumlah pedagang dan pembeli yang terus bertambah.
Pada awal pembentukan, Agustus 2016, RTM yang menjadi pedagang di pasar ini berjumlah 122 orang dengan pembeli berjumlah 700 an orang yang berasal dari masyarakat yang tersebar di 8 Dusun. Hingga saat tulisan ini dibuat, November 2017, jumlah RTM yang menjadi pedagang meningkat jumlahnya menjadi 153 orang dan pembeli meningkat jumlahnya menjadi 1.600-an orang yang tersebar di wilayah lokal Desa Gemawang dan sebagian lagi di wilayah Desa lain sekitar Desa Gemawang.
Detil proses perjalanan pembentukan pasar ini dapat dipelajari dengan melihat langsung kegiatan pasar dan berdialog dengan para pedagang serta pengelola BUMDes Gemawang.
Pada Juli 2017, beberapa perwakilan Desa di Kabupaten Demak, dan September 2017 lalu beberapa perwakilan Desa di Kabupaten Banjarnegara sengaja datang ke Desa Gemawang untuk belajar tentang perjalanan proses pembangunan pasar ini dan melihat langsung aktifitas pasar berbasis RTM ini.
Saat ini BUMDes Gemawang didampingi Penggiat Desa sedang membangun Pabrik Tahu dan Tempe, Kopi Organik, pengolahan Gula Aren Organik untuk memenuhi kebutuhan pasar, mengelola Bank Sampah bersama PKK Desa, merintis pembuatan Toko Pemasaran Online dan menjajaki kerjasama usaha SPBU Mini dengan BUMN Pertamina.
Semoga, perjalanan BUMDes Gemawang membangun Pasar Berbasis Rumah Tangga Miskin ini dapat menjadi inspirasi bagi Desa-Desa lain dalam memanfaatkan Dana Desa untuk memberdayakan ekonomi rumah tangga miskin melalui BUMDes guna mengurangi angka kemiskinan di Desa.

Penulis: Muhamad Hasby, Penggiat Desa Gemawang Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah. Email: muhammadhasby3311@gmail.com. Telepon: 0852 6934 3311. Whatsapp: 0823 1168 7002.
Narasumber: Kepala Desa Gemawang, Sekretaris Desa Gemawang, Pengelola BUMDes Gemawang, dan Pedagang Pasar Gemawang. Telepon/Whatsapp: 0857 4339 2643 (Subari/Kades), 0812 9906 1426 (Amiin/Sekdes), 0858 7887 8877 (Johar/Direktur BUMDes), 0858 7855 0677 (RTM Pedagang Pasar/Hanafi).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Manfaat Gula Aren Bagi Kesehatan, Kecantikan, Mengatasi Maag, Diabetes dll