PKK dan BUMDes Gemawang
Panen Perdana Hasil Pengolahan Sampah








Aktifitas pemberdayaan perempuan di Desa Gemawang melalui PKK dengan pendampingan BUMDes bersama Penggiat Desa terus bergeliat.
Sejak Oktober 2017, PKK Desa Gemawang bersama BUMDes aktif mengembangkan pengelolaan sampah di Desa melalui Bank Sampah.
Saat ini baru sampah non-organik, seperti plastik botol, plastik bekas perabotan dan kertas kardus yang dapat dikumpulkan dan dijual langsung tanpa diolah terlebih dahulu oleh Bank Sampah PKK.
Dari kegiatan pengelolaan sampah yang baru berumur satu bulan tersebut, pada 1 November 2017 lalu, Bank Sampah PKK Desa Gemawang berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak ± 200 Kg dan sampah kertas sebanyak 50 Kg.
Masih cukup sedikit, namun menjadi suatu kebanggaan bagi anggota PKK Desa Gemawang karena telah berhasil bersama-sama dapat berpartisipasi membersihkan kampung, belajar mengelola sampah dan menghasilkan uang dari sampah."Kami kaum perempuan senang sekali dan bangga rasanya bisa bersama-sama ikut berpartisipasi membangun Desa melalui pengolahan sampah lewat Bank Sampah. Lewat Bank Sampah kami dapat belajar membangun rasa kepedulian dan kebersamaan melalui praktek nyata dari hal yang sederhana tetapi bermanfaat bagi bagi banyak warga. Namun, ada kendala kami dalam memasarkan sampah plastik bukan botol (kresek). Pembeli tidak mau membeli sampah plastik kresek, padahal jumlahnya cukup banyak dan sangat mengotori lingkungan Desa. Kami berharap BUMDes dan Penggiat Desa dapat membantu mengelola dan memasarkan sampah plastik itu", ujar Zuni Yatimah Ningsih, Sekretaris PKK Desa Gemawang pada acara ngobrol santai bersama Pengelola BUMDes, Sekretaris Desa dan Penggiat Desa mitra FPPD Yogyakarta, 2 Oktober 2017.
"Kami Pengelola BUMDes juga ikut senang bisa membantu PKK Desa mengelola dan memasarkan sampah hasil kegiatan Bank Sampah PKK. Kedepan, PKK, Pengelola BUMDes dan Penggiat Desa dapat bekerjasama mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh Bank Sampah ini", timpal Johar, Direktur BUMDes Gemawang.
Menanggapi penyampaian Pengurus PKK dan Pengelola BUMDes, Penggiat Desa mitra FPPD Yogyakarta, Muhamad Hasby, menyampaikan, "Apa yang sudah dilakukan oleh Bank Sampah PKK Desa Gemawang ini sudah bagus sekali. Sudah berhasil mengajak ibu-ibu untuk ikut peduli membangun Desa melalui pengelolaan sampah. Kedepan sampah di Desa Gemawang ini dapat dikelola lebih baik lagi seperti yang telah dilakukan oleh Desa- Desa lain. Desa Panggungharjo di Yogyakarta misalnya, Desa tersebut dapat meningkatkan pendapatan asli Desa nya sampai ratusan juta rupiah per tahun dari mengelola sampah. Hasil dari pengelolaan sampah tersebut dapat digunakan untuk membangun sarana dan prasarana lingkungan Desa (seperti bak sampah, misalnya) dan memberi tambahan modal bagi bank sampah. Semoga hal ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi PKK Desa Gemawang, ujar Hasby, Penggiat Desa yang sejak 2014 aktif menggiatkan pengembangan potensi Desa-desa di Temanggung.
Disela acara ngobrol santai tersebut, Sekretaris PKK Desa Gemawang menyampaikan pertanyaan kepada Penggiat Desa, "Bagaimana caranya agar kami dapat mengelola sampah di Desa ini lebih baik lagi?". 
Menanggapi pertanyaan tersebut, Hasby menyampaikan: "Pertama, selain sampah non organik (plastik, kertas), sampah organik seperti limbah sayuran pasar Desa dapat juga dikelola menjadi pupuk cair dan padat untuk memupuk lahan pertanian dan tanaman obat keluarga. Kita bisa melatih diri belajar membuat pupuk organik, bekerjasama dengan UPTD Dinas Pertanian. Kedua, agar sampah plastik harganya lebih baik lagi, sampah plastik tersebut bisa digiling menjadi serbuk plastik dan dijual ke pembeli di Surabaya, Semarang, dan di daerah lainnya. Ketiga, Desa melalui Musyawarah Desa (Musdes) dapat mengadakan mesin atau teknologi tepat guna penggiling plastik. Kami bersama BUMDes dapat membantu pemasaran serbuk plastiknya".
Selanjutnya, Syaiful Amin selaku Sekretaris Desa Gemawang menyampaikan: "sampah di Desa Gemawang merupakan masalah prioritas yang mendesak untuk ditangani. Pemerintah Desa akan segera bermusyawarah mengadakan pelatihan pengolahan sampah dan mesin penggiling plastik untuk membantu Bank Sampah dalam mengelola sampah. Kami berharap dengan adanya pelatihan, pengadaan mesin penggiling plastik, dan pendampingan dari Penggiat Desa mitra FPPD Yogyakarta, serta Dinas terkait, usaha pengelolaan sampah di Desa Gemawang semakin berkembang".

"Amiin", sambut peserta ngobrol santai dengan semangat, menutup obrolan santai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini